KURNIA WIN ADZANY


Supposed to be worth!

Teori Kepribadian Raymond Cattell

1.     Teori Kepribadian menurut Raymond Cattell

 

Menurut Raymond Cattell  kepribadian merupakan suatu bentuk struktur yang kompleks dari trait. Trait merupakan sebuah kecenderungan reaksi yang relatif  permanen dan  merupakan bagian dari kepribadian. Cattell juga menjelaskan bahwa kepribadian seseorang dapat mempengaruhi tindakan atau perilaku yang akan dilakukan seseorang.

 

-Struktur Kepribadian:

 

Menurut analisis factor, Cattell mengklasifikasikan traits sebagai berikut;

 

1. Common Traits and Unique Traits

Suatu sifat atau karakter yang dimiliki oleh setiap individu. Setiap orang mempunyai trait ini namun tingkatannya berbeda setiap orang.  Sedangkan Unique traits adalah suatu karakter khusus yang dimiliki seseorang. Traits ini memiliki takaran yang kecil, dan menimbulkan suatu hal yang unik atu cirri khas setiap individu.

 

2. Ability Traits, Temperament Traits, and Dynamic Traits

Sifat yang menentukan seseorang dalam bekerja untuk mencapai suatu tujuannya. Intelejensi merupakan salah satu contoh dari ability traits. Sedangkan sifat yang digunakan untuk menggambarkan emosi seorang individu disebut Temperament traits, dan sifat yang mengendalikan tingkah laku, emosi, dan keinginak seseorang terhadap suatu hal disebut Dynamic traits.

 

3. Surface Traits and Source Traits

Surface traits merupakan karakter kepribadian yang terdiri dari banyak elemen-elemen yang menyusunnya secara konstan, biasanya disebut sebagai karakter yang nampak diluar. Sedangkan source traits merupakan salah satu unit atau struktur dari trait yang memengaruhi setiap perilaku individu.

 

 

-Dinamika Kepribadian :

 

Erg 

Erg adalah sebuah motivasi atau dorongan bawaan dimiliki sejak lahir oleh setiap individu untuk mencapai tujuannya. Erg juga disebut sebagai konsep diri.

Metaerg

Bentuk energi yang dihasilkan oleh manusia untuk memotivasi dirinya sendiri.

Self

Aspek-aspek yang mengatur sifat-sifat individu dan menyatukannya dalam satu kesatuan menjadi sebuah kepribadian.

 

-Tahap Perkembangan Kepribadian:

 

1. Tahap Infancy (0-6 tahun)

Tahap ini adalah tahap yang sangat penting dan sangat mempengaruhi kepribadian anak dimasa mendatang, di masa ini peran orang tua dan orang-orang terdekat sangatlah berpengaruh. Di dalam tahap ini anak akan memperoleh bpengalaman bagaimana mencari makan dan bagaimana cara membuang kotoran.

2. Tahap Childhood (6-14 tahun)

Disebut juga periode konsolidasi. Tahap ini sangat minim masalah psikologis. Anak cenderung sudah menuju kemandirian orang dewasa, dan mengenal sebayanya.

3. Tahap Adolesent (14-23 tahun)

tahap ini adalah periode yang paling sulit, banyak terjadi tekanan psikologis sebab disini adalah proses menuju kedawasaan yang sesungguhnya. Kejadian kelainan mental, neurosis, dan dilinkuensi  banyak muncul pada periode ini; begitu pula konflik disekitar dorongan kemandirian, keyakinan diri, dan seks.

4. Tahap Maturity (23-50 tahun)

Tahap ini dipenuhi oleh masa produktivitas, kebahagiaan, dan kesibukan. Dalam tahap ini, kepribadian sudah lebih mantap dan tidak berubah-ubah dibandingkan sebelumnya.

5. Tahap Middle aged (50-60/70 tahun)

Terdapat perubahan kepribadian seiring perubahan fisik, sosial, dan psikologis suatu individu pada umur-umur senja. Kesehatan dan kekuatan kian meredup, begitu pula dengan gairah hidup dan daya tarik. Di tahap ini manusia cenderung mencari pegangan hidup.

6. Tahap Senility

Tahap kematian, melibatkan kehilangan segala yang ada di dalam kehidupannya.

 

2. Pendapat Mengenai Teori

 

Saya setuju dengan teori Cattell yang menyatakan bahwa kepribadian mempengaruhi apa yang akan dilakukan oleh seseorang. Misalnya orang yang berkepribadian pemalas, maka ia akan malas untuk melakukan apapun apabila dia tidak didorong oleh suatu hasil yang benar-benar ia inginkan.

 

3. Implementasi terhadap Masyarakat

Di dalam sebuah kelas, tingkat kepandaian suatu anak berbeda-beda, begitupula dengan tingkat kemampuan mereka bersosialisasi, dengan demikian menyebabkan nilai yang diterima setiap anak berbeda-beda dan tujuan mereka pun berbeda-beda. Anak dengan kemampuan matematika yang tinggi cenderung mempunyai ambisi atau tujuan menjadi pakar hitung atau guru atau segala sesuatu yang berhubungan dengan menghitung, sedangkan anak dengan kemampuan berbahasa yang baik, cenderung memiliki tujuan menjadi seorang sastrawan dimasa mendatang.

 

4. Implementasi terhadap diri sendiri

Saya adalah seseorang dengan kepribadian yang pemalu sejak kecil, menurut saya itu disebabkan karena lingkungan yang jauh dari lingkup sosial. Seiring waktu, saya akhirnya masuk disekolah dasar dan mengenal beberapa teman sebaya saya, dan akhirnya timbulah sedikit rasa percaya diri. Sikap dan karakter saya cenderung berubah-ubah sesuai dengan dimana lingkungan saya berada.

 

5. Sumber

http://psikologio-debri.blogspot.com/2012/01/cattell.html#!/2012/01/cattell.html

http://11057slt.blogspot.com/2012/06/raymond-b-cattell.html

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :