KURNIA WIN ADZANY


Supposed to be worth!

Teori Kepribadian menurut Allport

 

TEORI KEPRIBADIAN MENURUT ALLPORT

 

 

1. TEORI KEPRIBADIAN ALLPORT

Menurut Allport, kepribadian manusia adalah organisasi yang dinamis dari system psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dalam teorinya, Allport berpendapat bahwa antisipasi-antisipasi sangat penting dalam membentuk kepribadian manusia, siapa manusia itu, dan bagaimana watak-wataknya. Allport mengemukakan kepribadian yang sehat antara manusia dewasa matang dan anak-anak, yaitu dengan adanya pemisah fungsional dan perbedaan neurotis.

Allport juga mengungkapkan bahwa kepribadian seseorang yang sehat adalah ketika orang tersebut melihat kedepan dengan arti orang tersebut berpikir untuk menjadi apa, bukan melihat dari belakang atau berpikir tentang kejadian yang sudah terjadi. Allport juga mengungkapkan bahwa kepribadian yang sehat adalah orang yang dapat mencintai dan mampu mengembangkan hubungan yang baik dengan orang lain.

Allport berpendapat bahwa masa kanak-kanak dapat mempengaruhi kepribadian seseorang dimasa mendatang. Hanya saja hubungan itu tidak bersifat fungsional yang berkesinambungan. Orang tua juga sangat berperan penting dalam perkembangan kepribadian seorang anak. Apabila orang tua mampu memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup, maka seorang anak akan mampu memiliki kepribadian diri yang baik dan luas.

Allport menganggap propium (ego—sesuatu yang bisa kita sadari baik meliputi perasaan  jasmani, identitas diri, gambaran diri, dan kelakuan) sangat tidak baik apabila digunakan untuk perkembangan kepribadian seseorang.

Seorang anak yang berusia 0-3 tahun memiliki 3 aspek, yaitu:

 

a)      Sense of bodily self (diri fisik / jasmaniah)

Manusia dilahirkan dengan suatu perasaan tentang diri. Seiring bertambahnya kompleksnya belajar dan pengalaman maka berkembanag suatu perbedaan yang kabur antara benda yangaada pada diri sendiri dengan hal lain.

b)      Sense of continuing self identity (identitas diri yang berkesinambungan).

Pada tahap ini seorang anak mulai menyadari akan identitasnya sebagai sesuatu terpisah dengan yang lain. Dia akan mulai mengenal namanya dan hal tersebut menunjukkan bahwa pada masa ini anak mulai memahami identitas dirinya.

c)       Self esteem atau pride (bangga).

Pada tahap ini anak mulai akan merasakan perasaan bangga terhadap apa yang telah dipelajari dan apa yang telah mereka pelajari. Dan dalam masa ini adalah penentu, dimana apabila orangtua terlalu menghalangi kebutuhan anak, maka kepribadian anak tidak akan berkembang.

 

Perkembangan anak pada usia 4-6 tahun

 

 

a)      Extension of self (perluasan diri)

Dalam tahap ini anak akan menyadari orang-orang disekelilingnya, dan mulai mengenal apa yang menjadi miliknya. Anak juga memahami tentang nilai dan arti miliknya tersebut.

b)       Self image (gambaran diri)

Anak mulai bisa menilai dirinya sendiri dan berpendapat tentang sesuatu. Di masa ini orang tua boleh menerapkan pujian apabila anak bertindak baik dan hukuman apabila melakukan sesuatu yang buruk. Dengan hal ini anak mulai memahami apabila mereka melakukan sesuatu yang buruk maka akan berakibat seperti ini, dan apabila mereka melakukan hal yang baik mereka akan berakibat seperti ini.

 

Perkembangan Kepribadian anak usia 6-12 tahun

 

 

a)         Self as rational coper (penguasaan rasional)

Tahap ini muncul ketika anak mulai bersekolah. Anak belajar bahwa dia dapat memecahkan masalah dengan menggunakan proses yang logis dan rasional.

b)         Propriate striving (berusaha memilki)

Tahap ini ada ketika berada dalam masa adolensi. Dalam masa ini anak mulai memasuki masa remaja awal, dimana dia akan tertarik dengan hal-hal yang dilakukan oleh orang-orang dewasa disekitarnya, dan sangat mudah terpengaruh oleh teman sebayanya,  anak remaja itu mengadakan percobaan dengan kedok dan peranan, menguji gambaran diri, berusaha menemukan suatu kepribadian orang dewasa. Dalam masa inilah anak mulai mencari tujuan hidup.

 

Ciri-Ciri Kepribadian yang Sehat

 

1. Perluasan Perasaan Diri

Seseorang yang sudah menerapkan perluasan perasaan diri adalah orang yang memperhatikan sesuatu diluar dirinya. Mulai memahami dengan kegiatan apa saja dia bisa merasakan perasaan nyaman dan suka. Karena Kesehatan psikologis seseorang berbanding lurus dengan peranannya terhadap aktivitas yang dilakukan.


2. Hubungan Diri yang Hangat dengan Orang Lain

Orang yang sehat secara psikologis adalah orang yang mampu menunjukkan rasa cinta yang baik kepada orang-orang penting disekitarnya. Terdapat perbedaan bagaimana memberikan rasa cinta antara orang neurosis dan orang yang sehat psikologis. Orang neurosis akan selalu mencari orang yang mampu memberikan rasa cinta kepada dirinya dengan banyak tanpa tahu apakah dia bisa memberikannya dengan sama juga. Sedangkan orang yang sehat secara Psikologis adalah orang yang mencintai dengan sabar tanpa syarat apapun.

3. Keamanan Emosional

Orang yang sehat secara Psikologis mampu menerima kekalahan dan mampu menerima kekurangannya dan akan memperbaikinya.

4. Persepsi realistis

Orang yang sehat secara psikologis memandang dan menilai sesuatu dengan pandangan objektif.

5. Keterampilan dan Tugas

Pekerjaan dan tanggung jawab memberikan arti dan perasaan kontinuitas hidup. Kematangan dan kesehatan psikologis tidak akan tercapai tanpa melakaukan aktivitas yang penting dan melakukannya dengan penuh dedikasi, komitmen, dan keterampilan – keterampilan yang dapat menjadikannya menjadi seseorang di dalam hidupnya.

6. Pemahaman Diri, Insight of Humor

Kemampuan diri untuk objektif dan memahami tentang diri dan orang lain. Humor tidak sekedar dinikmati dan membuat kita tertawa, tapi juga mampu menghubungkan secara positif pada saat yang sama pada keganjilan dan absurditas diri dan orang lain.

 

7. Filsafat Hidup yang Mempersatukan

Mereka yang sehat secara psikologis akan selalu melihat kearah depan, merencanakan sesuatu yang akan dijalaninya nanti, dan mempunyai harapan-harapan yang akan memotivasi hidupnya. Tapi ada hal yang melatar belakangi hal tersebut, yang membuat mereka tahu arti dari sebuah kehidupan. Religi merupakan contohnya.

 

2. Pendapat Saya Mengenai Teori Allport

Saya setuju dengan teori Allport yang menyatakan bahwa Kepribadian bukanlah suatu bawaan atau keturunan, akan tetapi sesuatu yang berkembang dalam diri manusia ketika hidup berdampingan dengan orang lain. Kepribadian itu mulai berkembang sejak lahir, dan orang tualah yang sangat berperan penting sebab orang tualah yang ada disamping kita sejak dini.

 


3. Penerapan Teori terhadap Masyarakat

Ketika seseorang yang memiliki ego tinggi bekerja dengan orang lain, maka cenderung mengakibatkan permasalahan atau konflik. Sebab orang yang memiliki ego tersebut melakukan sesuatu semata-mata untuk dirinya sendiri, bukan untuk kepentingan bersama. Orang tersebut tidak memahami bagaimana cara berhubungan dengan hangat dengan orang lain. Orang harus melakukan sesuatu tidak semata-mata untuk egonya sendiri, sebab kita hidup tidak sendiri, dan bukan untuk kita sendiri.

 


4. Penerapan Teori dalam Diri Sendiri

Sebagai seorang manusia yang hidup berdampingan dengan orang lain, saya harus mengenal diri sendiri dan harus mampu menilai diri saya sendiri sebelum saya membaur dan melakukan sosialisasi dengan orang lain dan mengharuskan saya untuk menilai mereka. Dan saya selalu berpikir kearah depan terhadap hidup saya, menjadikan masa lalu sebagai suatu pelajaran agar kedepannya saya dapat berusaha lebih baik lagi.

 

Sumber

http://pikzmuhammedz.blogspot.com/2010/06/teori-psikologi-allport-struktur-dan.html

http://www.psychologymania.com/2010/03/gordon-allport-tokoh-psikologi.html

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :