KURNIA WIN ADZANY


Supposed to be worth!

KONTINUM PEMECAHAN MASALAH

KONTINUM PEMECAHAN MASALAH

 

1.       Pengertian

 

Membantu untuk memvisualisasikan suatu kontinum yang disangkutkan pada satu ujung dengan pemecahan masalah yang diperluas dan pada ujung yang satu lagi dengan pemecahan masalah yang terbatas. Keputusan membeli dapat berjajar di mana saja di antara kedua eksterm ini; untuk mudahnya kita mengacu pada situasi yang condong kearah pusat sebagai pemecahan masalah jajaran tengah (mid-range problem solving).

 

-          Pemecahan Masalah Yang di Perluas (PMD) 

adalah perilaku pengambilan keputusan dengan terperinci dan teliti, termasuk pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, pembelian dan hasil. PMD ini biasanya diterapkan dalam pembelian barang besar seperti mobil, rumah, alat-alat rumah tangga yang mahal dan pembelian-pembelian lain yang harus melakukan pemilihan dengan tepat.

 

-          Pemecahan Masalah Yang terbatas (PMT) 

Pengambilan Keputusan yang sedikit mudah dari PMD, mengurangi jumlah dan variasi informasi, alternatif, dan kriteria yang digunakan untuk evaluasi. Contohnya, terdapat banyak sekali jenis barang tetapi banyak sekali merek, seperti tissue muka, maka hal yang paling lumrah diambil oleh konsumen adalah mencari yang paling murah.

 

-          Pemecahan Masalah Jajaran Tengah 

Dinamika pengambilan keputusan yang menyebabkan konsumen membeli merek yang berbeda dibandingkan yang dibelinya sebelumnya.

 

Faktor-Faktor Kontinum Pemecahan Masalah

(1)    Alternatif-alternatif dibedakan dengan cara yang relevan

Misalnya ketika akan membeli rumah, maka yang akan dipilih adalah kondisi rumah tersebut, bersih atau tidak, rawan banjir atau tidak, besar atau kecil, dll.

(2)    Adanya waktu untuk proses evaluasi dan pemikiran yang mendalam

(3)    Terdapat tingkat keterlibatan (relevansi pribadi) yang tinggi yang menyertai pembelian

 

2.       Tanggapan Terhadap Topik

Saya sangat terbantu dengan adanya topik ini karena saya semakin tahu betapa pentingnya untuk mengevaluasi barang sebelum kita membeli. Waktu juga sangat menentukan bagaimana konsumen akan semakin berhati-hati dalam memilih apa yang akan ia beli.

 

3. Implementasi dalam Masyarakat

Dengan adanya iklan yang kreatif dan menarik, konsumen cenderung mengimplementasikan Problem Solving terbatas, dimana masyarakat menilai suatu produk dari banyaknya peminat dan harga yang murah. Sedangkan untuk membeli barang-barang yang mahal, masyarakat juga cenderung melihat dari segi banyaknya peminat dan mengambil kesimpulan bahwa produk dengan peminat yang banyak adalah produk yang dapat dipercaya kualitasnya.

 

 

4. Implementasi terhadap diri sendiri

Ketika akan memutuskan membeli sebuah rumah, saya dan keluarga akan berdiskusi terlebih dahulu untuk membicarakan harga, letak yang strategis, kenyamanan, dan aspek-aspek dari rumah yang akan kami beli tersebut. Kami mengambil Pengambilan Keputusan Jajaran Diperluas, dimana kita harus benar-benar memilih dengan tepat tiap-tiap aspek karena barang yang akan kita beli adalah barang yang tidak bisa diganti-ganti dengan mudah.

 

5. Sumber

 http://yodiahadishtis.blogspot.com/2012/10/proses-pengambilan-keputusan-oleh.html

http://dirafebri.blogspot.com/2013/10/perilaku-konsumen.html

 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :